Monday, December 31, 2012
PENJAGA HATI
hening malam bawaku dalam lamunan
akan perih hatimu yang begitu dalam
masih terdengar jelas isak tangis karena luka
sesaknya dada dari cinta yang di dua
sedikit asa ku datang bawa pelita
tuk terangi hatimu dari gulita
sampai kulihat lagi bibirmu menyungging tawa
seiring waktu....
ada saatnya ku harus pergi
di saat yg terberai Tlah terangkai
tanpa ada lagi serpihan hati kau cari
kala keambli bersamanya merajut mimpi
usai sudah waktuku
tuk temanimu dalam rapuh
ku kan selalu disini
selamanya jadi penjaga hati
"I am u'r guardian angel"
Aku Menunggumu
Aku menahan sepi sendiri
Ketika kau akan pergi sejenak untuk merangkai harimu
Adalah ketidak tahuanku yang berbicara akan hal ini,
Namun ku yakinkan kebersamaan ini untuk mencukupi ketiadaanmu.
Sesaat lagi…..Esok…..Dan nanti…..
Engkau menutup hari ini dengan cintamu.
Kesempatan untuk selalu denganmu terhenti sesaat oleh waktu yang akan meminjam jiwamu,
Tetapi aku hanya menitipkan hati ini, bahwa engkau akan kembali membawa hati ini lagi,
Entah dalam hitungan hari,
Entah dalam bilangan minggu,
Dan entah juga dalam satu purnama.
Kehendak hati yang selalu mengharap engkau untuk tetap di sini,
Tergantikan oleh sebuah jawaban mulia yang aku dengar darimu.
Kini tlah ku sadari bahwa aku juga tak bisa melepaskan diri ini dari dirimu.
Mampukah aku melawan waktu yang senantiasa menyuguhkan ketiadaanmu ?
Sanggupkah aku mengalahkan hari yang memberi arti sepi ?
Dan apakah aku bisa memberi makna pada cinta tanpamu di sini ?
Separuh dari jiwa ku tinggal di sini untuk bersama ku
Sementara sebagian dari itu ikut serta
untuk menjagamu.
Senandung harapku hanya ingin kau kembali dengan cinta ku,
Karena aku di sini untukmu.
Lantunan permohonanku adalah engkau selalu ada,
Sebab ku ingin menghapus sepi ini disaat kau dan aku bersama,
Kini ku siapkan hati ini untuk melepas kepergianmu,
Namun selalu ku buka hati ini untuk menyambutmu.
Aku titip cinta ini…
Aku pinjam waktumu untuk ku…
Hingga engkau berpulang dalam damaimu.
Sunday, December 30, 2012
Maafkan Aku
Aku menangis...
Bukan karena KAU renggut dia dariku...
Dia, imam yang pernah ada dalam hidupku...
Aku bersedih...
Bukan karena KAU renggut dia dariku...
Dia, buah hatiku yang tak sempat lihat dunia
Dan aku berduka...
Bukan karena KAU titipkan sakit ini...
Sakit yang setiap saat siap membunuhku...
Aku berteriak....
Bukan karena kebencianku pada dunia
Bukan karena hinaan dunia padaku
Dan bukan karena semua impian yang sirna
Tapi karena ketidak adilan yang kurasa
Aku....menyerah
Bukan karena ku tak sanggup menahan sakit di tubuh
Bukan karena ku tak mampu menerima kejutan-Mu lagi...
Tapi, semangat ini perlahan memudar dari hati
Aku lelah tersenyum tutup segala
Aku lelah berlari hindari semua
Dan aku jenuh hidup tanpa mampu bersuara
Karena aku hanyalah manusia biasa
Yang punya rasa lelah dan putus asa...
Maafkan aku,,,
Bukan karena KAU renggut dia dariku...
Dia, imam yang pernah ada dalam hidupku...
Aku bersedih...
Bukan karena KAU renggut dia dariku...
Dia, buah hatiku yang tak sempat lihat dunia
Dan aku berduka...
Bukan karena KAU titipkan sakit ini...
Sakit yang setiap saat siap membunuhku...
Aku berteriak....
Bukan karena kebencianku pada dunia
Bukan karena hinaan dunia padaku
Dan bukan karena semua impian yang sirna
Tapi karena ketidak adilan yang kurasa
Aku....menyerah
Bukan karena ku tak sanggup menahan sakit di tubuh
Bukan karena ku tak mampu menerima kejutan-Mu lagi...
Tapi, semangat ini perlahan memudar dari hati
Aku lelah tersenyum tutup segala
Aku lelah berlari hindari semua
Dan aku jenuh hidup tanpa mampu bersuara
Karena aku hanyalah manusia biasa
Yang punya rasa lelah dan putus asa...
Maafkan aku,,,
Jiwa Itu Mati
Di bawah laut ada api, dan di bawah api ada laut..
Separuh jiwa tenggelam,
di dasar lauatan terdalam,
Yang terdalam...
Meronta-ronta,
di antara kepungan panas gunung merapi
Terbakar kegetiran,
tersiksa kehampaan..
Sepertiga nafas; Terbang.. Melayang.. Menghilang..
Gamang...!!
Terselimuti kabut sunyi
Tersudut sepi
Jiwa-itu mati,
telah mati...
Sayap-sayap hati; tak berarti lagi...
Terpuruk kobaran api,
di kedalaman lautan; rintihan titian kehidupan
Terpusarakan dalam genangan air kesunyian; Menjemput kematian yang telah lama menanti di persimpangan keheningan..
:Semerbak harum puspa nestapa; suguhkan aroma kepedihan
Teruntuk jiwa yang melangkah perlahan di titian kematian....
Subscribe to:
Comments (Atom)
Twitter
Facebook
Flickr
RSS


