dulu kau memujaku
dulu kau mencintaiku
dulu kau menyanyangiku
dulu kau mengasihiku
tertawa bersama
gembira bersama
bahagia bersama
meski semuanya cuma sekejab
kini semua telah sirna
yang tinggal hanya kebencian di hatimu
padahal semua hanya maya
aku dan kamu tak pernah bertemu
mengapa kau membenciku
hanya karena kita tak bisa bersama lagi
meski hanya maya
bukankah kau tak tahu seperti apa diriku
kau hakimi aku seolah kau yang paling benar
kau keluarkan kata kata setajam pedang
kau tikam aku tepat di jantungku
berulang kali hingga lukku berdarah terus
kau merasa paling sempurna
Hingga tak kau pedulikan aku yang terluka
Aku memaafkanmu karena semua cuma maya
Ini hanya fatamorgana dan tak kan pernah jadi nyata
Sunday, February 3, 2013
Terluka
Tak seorangpun tahu, Bagaimana Ia mencinta .....
Terpuruk dan terjerembab,Lalu bangkit dan berdiri
Terjatuh dan terluka, Lalu bangun dan berlari.
Sayapnya tercabik perih tenggelam dalam air mata
Tangkai jiwa yang melunglai tertekan sepi
Dalam pelukan kesakitan
Mereka kerap berbisik padaku
Kelak Ia pasti kembali kesini
Membawa senyuman sehangat daun musim gugur
Menyapa selamat tinggal pada luka
Tersapu debur yang masih menyisa
Aku belum mendengarnya bernyanyi gembira
Seperti saat pagi-pagi sebelum itu
…..Ia masih terluka.
………Ia masih merana.
Jangan Kau Permainkan Aku
Kenallah aku lebih dalam..
Sampai busukku kau lahap..Semua..
Serap energiku sampai lunak..dan binasa…
Ambil semua inspirsasiku dan lumat semaumu.
Sampai usia ini tak lagi merangkulmu…
Namun satu hal yang harus kau tau…
Jangan retas penasaranmu..
Dalam bingkai emas dan kilauan lemari kaca…
Serta merta aku kau bariskan dengan seribu duka…
Jangan paksa penasaranmu..
Melaguiku…
Dan merongrong renta jiwa sunyiku…
Jangan kau hakimi durasi manismu..
Dalam dahaga bahagia yang kugarisi…
Lepas inginmu yang mencanduku..
Karna hidupku bukan permainan bingkaimu…
CINTA
Cinta,,
saat kau datang di palung hatiku
betapa kurasakan sepenuh hati
saat kau menjauh dariku
kuhela nafasku
Dan,,
saat kau ambil separuh nyawaku
Kudiliputi tanya
“Mengapa kau pergi dari hadapanku, Cinta?”
Kurela kau pergi,
kumohon kembalikan separuh nyawaku itu!
Simpanlah Rinduku
Genggamlah erat jemariku
seikat rindu yang biru ini untukmu
ku ambil dari kantong hatiku
dengan penuh bintang yang berkedip
dari langit langit rasaku
simpanlah rinduku
di kotak ajaib hatimu
ikatlah dengan sekumtum puisi
dan benang benang kasih.
kau pun tahu
ku kagumi dirimu
pada setiap detak waktu yang berjalan
pada setiap rasa yang membuncah
Subscribe to:
Comments (Atom)
Twitter
Facebook
Flickr
RSS



