Monday, February 11, 2013
Prasangka
Mungkinkah kita kan bertahan
Sementara hatimu
penuh dengan prasangka
Bukan ku tak mau bicara,
Aku hanya tak mampu
Berkata lantang lagi
Tentang hubungan ini
Karena seribu bahasa yang ku urai
Kau tak akan pernah mengerti
Akan keinginan hati ini
Kau pun tak akan paham
Akan keberadaan cintaku
yang hanya ku hadirkan untukmu
Kau yang selalu datang
Dengan genggaman belati prasangka
Kau cabiki palung sukmaku
Kau deraikan air mataku
Hingga jatuh bersimbah
Membasahi sudut bibir keringku
Sampai kapan akan kau torehkan belatimu
Lalu sampai kapan ku kan menahan
Perihku menantikan sebuah impian
Harapan tanpa kepastian
Mengertilah....!!!
Aku tak pernah lelah melintasi waktu
yang hanya berteman egomu
Yang mana kau pun tak pernah lelah
Menghujatku dengan segala prasangka
Namun begitu akupun tak pernah letih
Untuk selalu membingkai kebersamaan kita
Meski berat ku menahan
Semua beban cinta ini
Yang hanya sekedar kau jadikan
Sebagai pemuas hatimu
Dan pelampiasan keegoisanmu
Namun aku tak akan pernah
Untuk berpaling rasa
Hingga ajal menjemput ku
Dan menyudahi derita hatiku
Tiada Bias Cahaya
Gelap mataku
Gelap pula di hadapan ku
Tiada bias cahaya benderang
Seakan derak mencengkram ku
Apakah ini malam
Kenapa aku merasa tercekam
Diujung sana gulana menerjang
Ku tapak selangkah berjalan seakan jurang
Tak mungkin aku berlari ditengah badai
Diam tegak menanti kala henti
Kiup tiada tadah diatas ku ini
Salut sunyi diami hati tiada henti
Angin kau belai denguh
Tanpa riak sua mu
Terbelalap aku dengan dungu
Atas kebingungan hati ku
Telekuk bersimpuh
Aku menghadap mu
Dengan cucur linangan
Mohon petunjuk pada Tuhan ku
Aku tersipu dengan langkah pasrah
Tanpa daya aku malu
Malu atas dosa ku
Membuat hati seorang pedih karna ku
Subscribe to:
Comments (Atom)
Twitter
Facebook
Flickr
RSS
