Friday, February 15, 2013
BUNGAKU
Bungaku,
Maafkan tentang kerapuhanku
Yang tak jua hadiahkan
Kebahagiaan di hatimu
Aku yang hanya mampu lukai hati
Dengan ucap laku bodohku
Sungguh aku malu
Tuk ungkapkan katqa
Bahwa aku menyayangimu
Bungaku,
Masih terbuka lebarkah
Pintu maaf itu untukku
Sepertiku yang terus mencoba
Tuk lekatkan senyum di bibir manismu
Bisakah ?
Bagaimana mestinya…
Membuatmu jatuh hati kepadaku
Tlah kutulis kan sejuta puisi
Meyakinkanmu membalas cintaku
Haruskah ku mati karena mu
Terkubur dalam kesedihan sepanjang waktu
Haruskah kurelakan hidupku
Hanya demi cinta yg mungkin bisa membunuh ku
Hentikan denyut nadi jantung ku
Tanpa kau tahu betapa suci hatiku
Untuk memiliki mu
Adakah keikhasan
Dalam palung jiwamu mengetukku
Ajarkan mu bahasa perasaan
Hingga hatimu tak lagi membeku
Haruskah ku mati karena mu
Terkubur dalam kesedihan sepanjang waktu
Subscribe to:
Comments (Atom)
Twitter
Facebook
Flickr
RSS
