About

Monday, December 31, 2012

Aku Menunggumu


Aku menahan sepi sendiri
Ketika kau akan pergi sejenak untuk merangkai harimu
Adalah ketidak tahuanku yang berbicara akan hal ini,
Namun ku yakinkan kebersamaan ini untuk mencukupi ketiadaanmu.
Sesaat lagi…..Esok…..Dan nanti…..
Engkau menutup hari ini dengan cintamu.
Kesempatan untuk selalu denganmu terhenti sesaat oleh waktu yang akan meminjam jiwamu,
Tetapi aku hanya menitipkan hati ini, bahwa engkau akan kembali membawa hati ini lagi,
Entah dalam hitungan hari,
Entah dalam bilangan minggu,
Dan entah juga dalam satu purnama.
Kehendak hati yang selalu mengharap engkau untuk tetap di sini,
Tergantikan oleh sebuah jawaban mulia yang aku dengar darimu.
Kini tlah ku sadari bahwa aku juga tak bisa melepaskan diri ini dari dirimu.
Mampukah aku melawan waktu yang senantiasa menyuguhkan ketiadaanmu ?
Sanggupkah aku mengalahkan hari yang memberi arti sepi ?
Dan apakah aku bisa memberi makna pada cinta tanpamu di sini ?
Separuh dari jiwa ku tinggal di sini untuk bersama ku
Sementara sebagian dari itu ikut serta
untuk menjagamu.
Senandung harapku hanya ingin kau kembali dengan cinta ku,
Karena aku di sini untukmu.
Lantunan permohonanku adalah engkau selalu ada,
Sebab ku ingin menghapus sepi ini disaat kau dan aku bersama,
Kini ku siapkan hati ini untuk melepas kepergianmu,
Namun selalu ku buka hati ini untuk menyambutmu.
Aku titip cinta ini…
Aku pinjam waktumu untuk ku…
Hingga engkau berpulang dalam damaimu.

No comments:

Post a Comment