About

Monday, January 7, 2013

Apakah aku Bidadari hatimu ?



Desah nafas panjang ini
Selalu datang dan mengikuti nuraniku
Erangan yang tak berlafaz
Selalu ada dan terdengar memekik gendang telinga

Kau adalah sumber inspirasiku
Kau adalah nafasku
Kau adalah jantungku
Dan kau adalah nyawaku

Aku mengagumimu
Aku mendewakanmu
Dan aku sangat menyayangimu

Aku sudah terbiasa hidup dengan indahnya perhatianmu
Aku sudah terbiasa bernafas dengan lembutnya udara dalam paru-parumu
Aku sudah terbiasa melihat dunia dengan tatapan matamu
Aku sudah terbiasa menapaki hidup dengan langkah kakimu
Dan,,
Aku sudah terbiasa mendiami hati dan jiwamu

Apakah kau juga merasakan hal yang sama ?
Atau,,
semua itu hanya fatamorgana buatmu ?


Kekasihku
Apakah aku Bidadari hatimu ?
Atau,,,,,,,,

Kau dimana ?



Aku hanya bisa diam tanpa kata
Aku hanya bisa tertunduk dalam duka
Aku hanya bisa menangis dalam tawa
Aku hanya bisa melihat tanpa cahaya
Aku hanya bisa bernafas tanpa udara

Adakah kau rasa apa yang kurasa
Atau kau hanya bisa melihatku,, tanpa berkata

Kau adalah kekasih,,
Kau adalah belahan jiwa,,

Tapi kini kau berlalu
Hilang
Dan tak bisa kudapati
Kau,,,,,
Kau menghilang tanpa bisa kucegah
Tanpa bisa ku raih
Tanpa bisa ku gapai
Tanpa bisa ku rengkuh lagi

Aku minta dan memohon padamu
Jangan pergi
Jangan tinggalkan aku
Sendiri dalam naungan kegelapan
Sendiri dalam kebisuan yang tercipta
Sendiri tanpa celah untuk memelukmu
Sendiri dalam lingkar dunia yang menakutkan

Kekasihku
Apakah benar aku ini CINTAMU ?
Atau hanya sekedar ILUSIMU ?
Karena aku tahu,,
Aku,,
Aku bukanlah TAKDIRMU



Cinta Yang Sepi




Terpaksa ku hanya terdiam
terpaku dalam heningnya kesunyian
terpaksa ku hanya terdiam
saat semua tak lagi seindah harapan

Apakah cinta ini hadir memberikan luka
apakah rindu ini hanyalah menjadi sebentuk nestapa
dan ku hanya bisa terdiam
dan ku hanya bisa biarkan hatiku semakin jauh dan tenggelam

Tanpamu disini
ku seperti tertancap tajamnya belati
terluka tanpa pernah mampu untuk bisa kau mengerti
tanpamu disini
ku hanya seperti bunga yang layu dan menuju mati
tersiksa tanpa pernah mampu untuk dapat kau pahami...
 

Tanpamu


melambai sunyi melepas pergi
setangkai daun gugur dalam sepi
meninggalkan ranting yang menari
terhembus angin dan terbang tinggi

semoga indah harimu tanpaku
jemputlah mimpi dalam hatimu
jadilah diri sendiri dan apa adanya
jangan mencoba menjadi yang kau tak bisa

hidup dan mimpimu bukanlah di tanganku
dan juga bukan kakiku yang menjadi langkahmu
namun semua ada dalam diri dan hatimu
semampu mana kau mampu melakukannya

aku, dia dan mereka
hanyalah sebatas akar
yang mencoba menguatkanmu...

Entah



Sayatan luka lara telah terbuka
Yang kini tersisa hanyalah duka
Membias merah jemari yang kan meraba
Di palung serpihan lama masih terasa
Mengapa puing puing itu masih menjelma


Tiada henti ku usap rintih
Begitu lirih meretas pedih
Seulas kisah kembali menghampiriku
Yang tlah lama ditelan waktu

Kini datang dan mengganggu
Dan menyayat nyayat kalbuku
Secarik guratan kian memaksaku
Tuk mencari kemana tempat yang ku tuju

Raga tak lagi dapat berteduh
Kala ruang hati semakin melemah
Terbentur lara yang teramat parah
Menguntai merasuk celah
Hanya lelah yang dapat ku jamah

Biarlah sekejap ku menyerah
Seiring jalan menunjukkan arah
Walau jiwa dan raga tak lagi singgah
Disaat tak ku temukan raga tuk penyanggah....