About

Wednesday, February 20, 2013

Ternyata



ya...

ku tahu kalau dirimu adalah terbaik
bukan bagiku saja, namun bagi siapapun
karena itulah aku mengagumimu
ku tahu kalu dirimu memang yang terindah
bukan bagiku saja, namun bagi semuanya
karena itulah ak menyayangimu

sukaku, kagumku, sayangku,, entah berakhir cinta
ataukah hanya angan-angan liar
aku tahu,, aku tak sebaik mereka
tak seelok mereka
tak sesegalanya dibanding mereka
tapi ku juga tahu
bahwa rasa ini memang benar,, rasa ini memang ada

dan ku tahu sangat mustahil untukku dapat denganmu
bersama lewati suka,, berdua lewati duka
karena ku tahu ternyata anganku tak sampai menujumu
karena anganku hanya angan liar
namun kuberharap...
kelak kau tahu apa yang kurasa
meski mungkin esok tak kan lagi kurasa
karena ternyata kau hanya fatamorgana

ANDAIKAN



Andai ajalku sampai hari ini...

Aku  cuma mau bilang..Apa yang ada dihati ku yang paling dalam...
AKU MENCINTAIMU...
Walau takdir tak MEMPERTEMUKAN KTA DI DUNIA INI...
YAKINLAH KAU SELALU DIHATI KU..
Sebelum AJAL KU TIBA..
dan setelah tanah merah menyentuh jazad ku...
Bila saatnya tiba..
INGATLAH AKU SETIA MENUNGGU MU ...
AKU AKAN BERDIRI DIPINTU PENANTIAN....
AKAN KU JEMPUT KEDATANGAN MU...DENGAN SELURUH RINDU dan CINTA ku..
Jika AJAL ku SAMPAi hari ini aku cuma mau bilang....
.
....SiMPAN AIR MATA MU..Untuk HARI  DIMANA KITA BERTEMU.. KEMBALI..... 

Abadinya Sakit Yang Kau Tinggal



Tolong katakan pada ku... apa arti tatap mata mu..

Bila disana ada cinta
mengapa kau selalu lukai aku..


Katakan pada ku,Mengapa kau peluk aku..
Bila hatimu tak lagi hangat..


Mengapa ada tembang rindu ditiap hela nafas mu...
Karena Engkau sendiri tahu rindu mu hanya semu...


Jangan janjikan hatimu untuk ku....
Karna hati mu tak nyata untuk ku..


Biarkan aku menangisi cinta ku...


Biarkan aku meratapi rindu ku...


Biarkan aku sendiri karena rasa ku...


Biarkan aku dengan kasih yang tersisih...

Karena...


Halimun ini milik mu...


Halimun dari sakitnya penantian..


Biarkan halimun ini abadi di hati ku..


Seperti....


Abadinya sakit yang kau tinggal.. 

Tuesday, February 19, 2013

Hanya Dalam Hati



Aku mencintainya itu kata hati ku...


Aku suka padanya hati berteriak dengan gemuruh...

Aku ingin memilikinya hati ku mengeluh sendu...

Aku tak bisa bila tanpa dia hati ku meratap memohon...

Terdiam hati ku sekarat...

Hati ku mengertilah, aku juga mencintainya...namun sulit terjangkau...

Hati ku terimalah, karena rasa suka kita hanya seperti kumpulan pasir dipantai yang tak berharga untuknya...

Hati ku pahamilah, aku juga ingin memilikinya namun kita hanya hati yang usang menunggu mati jangan berharap karena sblum dia sadari kita di sini kita telah menghilang tergilas waktu...

Hati ku, aku juga tak bisa tanpa dia disisi ku melihat pelangi,melukis langit dengan guratan guratan berwarna warni...Tapi kita harus peduli kalo kebahagiaannya bukan dengan kita...

Hati ku...biarlah kita tetap disini berdiri ditepian hatinya...

Walau hanya memandangnya..

Walau hanya mendengar suaranya dari kejauhan...

Walau hanya melihatnya menari bersama tarian rindu..

Walau hanya sekedar berdiri..

Hati ku biar kita disini..

Walau pedih menahan duka..


Namun...


kita harus tau...

DIA hanya cinta dalam hati

hanya bisa ku lihat tanpa bisa ku genggam... 

Mengapa ?



Aku memandang ke tubir laut...memandang gemuruhnya ombak...yang slalu terpecah di sekumpulan karang...


Dalam riakan gelombang ku terpekur...Mengingat mu Apakah hati mu memang hanya untuk ku...

Mengapa kau tawarkan bahagia..
.......bila nyatanya aku harus menangis...

Mengapa kau ciptakan mimpi indah...
......bila mimpi itu hanya membawa duka yang menyesakkan dada...

Mengapa kau beri ku CINTA...
......bila ternyata kau selalu membuat ku terus dan terus terluka...

Ingin ku melupakan mu...
Berhenti membayangkan mu...
Berhenti memikirkan mu...

BAHKAN MUNGKIN...

BERHENTI MENCINTAIMU...

Tapi SUNGGUH ku tak SANGGUP...

KARENA...

KAU MEMBAWA SELURUH CINTA KU..

dan...

Meninggalkan..

SEKEPING HATI YANG TERKOYAK..

menanti keajaiban... 

Monday, February 18, 2013

Biarkan


Begitu elok keagungan Tuhan,
hingga aku bisa merasakan betapa indahnya
cinta,,
betapa berarti sebuah kesetiaan,,
betapa sempurna hati ketika bersamanya,,
Tapi semua pudar,,,,
Kebahagiaan bagaikan api,,
Canda tawa bagai sekam,,
Semua kandas ketika cinta tak direstui.
Aku tak tau harus berbuat apa,,
aku tak tau harus bagaimana,,
dan aku tak tau harus memilih jalan yg mana ??
Cinta,,
Biarkan hatimu tetap bersatu dihatiku,
meski ku tau mungkin raga kita,
Tak akan pernah menyatu.......!!

Biarlah



Biarlah...

Aku mencintaimu,, Walau harus terus terluka...
Biarlah...
Aku mengasihimu,, Walau harus menangis...
Biarlah...
Aku menyayangimu,, Walau harus selalu sakit...

Biarlah seperti ini...

Biarlah selalu begini...

Biarlah waktu berlalu...

Aku akan terus mencintai mu..
Walau selalu luka dan luka lagi...
Aku akan terus mngasihi mu..
Walau airmata ku  kering...
Aku akan terus sayang pada mu..
Walau sakitnya membunuh ku...

Karena ku harap,, suatu hari kau kan berubah...

Meski aku tak pernah sempat memiliki mu... 

Aku,,,



LIHAT DAN PANDANGLAH AKU...






DALAM KELETIHAN JIWA KU...






Aku putri yang terbiasa memakai pakaian kesedihan...
dalam hidup ku...




Aku putri yang terbiasa tidur dengan airmata....
yang menggenangi waktu....




Aku putri yang selalu memeluk mimpi dalam pusaran bumi...
yang selalu merindukan asa...




Aku putri yang selalu akrab dengan mimpi duka....





Aku putri dari segala kesedihan....





Aku putri yang tinggal dalam kelamnya malam...





Aku putri yang terpenjara dalam kabut...





Aku putri yang selalu memendam rasa....





Aku akan tinggal di sini di keabadian hati yang tak pernah hidup kembali..


Disini aku hanya akan duduk menata luka yang tak akan pernah kering..

Hingga waktu akan berlalu bersama asa... 

Sunday, February 17, 2013

Ku Mohon


Ya Allah....
Sebelum nyawa ku kau pisahkan dengan raga....
Ijinkan aku menatap wajah nya....
Walau hanya sedikit saja....
Biarkan aku menutup mata dipangkuan 0rang
yang ku cinta....
Biarkan aku pergi....
Dengan membawa cinta nya....
Aku bahagia hidup & mati....
Didalam pelukan cinta dya....

♥ ♥ I love you forever ♥ ♥

KENAPA ?


kau yang ajarkan aku segalanya
cinta,,harapan,,dan impian
kau yang buat aku bangkit dari keterpurukan
ku
dan kau juga yang buat aku punya semangat
hidup lagi
kau memberi warna dalam hidupku
memberikan aku kebahagiaan
membuatku bisa tersenyum lagi
tapi
kenapa disaat aku mulai bisa bangkit lagi
kau pergi hidupku
kau meniggalkan aku tanpa alasan yang jelas
tanpa ucapan selamat tinggal
kenapa ?
kau hancurkan lagi hatiku
kau yang sudah buat aku tersenyum lagi
tapi
kenapa kau juga yang hapus senyum itu...

Saturday, February 16, 2013

Lupakan Hati Ini


saat daun kering berjatuhan
angin kemarau membelai diri
ku terdiam terpaku
saat kau memilih tinggalkan ku
tapi tak mengapa
ku tak membendung tangis
kepergianmu
anugrah bagiku
semoga kau temukan kebahagiaan disana
bersamanya lalui dunia
kini ku bahagia bersama sepi
tiada yang lebih baik darimu
selain seseorang yang mau mengerti diriku
kini ku larut dalam pencarian terakhir
kuyakin Tuhan bersamaku ..

KAU




                Jangan Kau Sakiti Aku Dengan Cintamu,, Cukup Sakit Akan Kurasa

Friday, February 15, 2013

BUNGAKU


Bungaku,
Maafkan tentang kerapuhanku
Yang tak jua hadiahkan
Kebahagiaan di hatimu
Aku yang hanya mampu lukai hati
Dengan ucap laku bodohku
Sungguh aku malu
Tuk ungkapkan katqa
Bahwa aku menyayangimu
Bungaku,
Masih terbuka lebarkah
Pintu maaf itu untukku
Sepertiku yang terus mencoba
Tuk lekatkan senyum di bibir manismu

Bisakah ?


Bagaimana mestinya…
Membuatmu jatuh hati kepadaku
Tlah kutulis kan sejuta puisi
Meyakinkanmu membalas cintaku
Haruskah ku mati karena mu
Terkubur dalam kesedihan sepanjang waktu
Haruskah kurelakan hidupku
Hanya demi cinta yg mungkin bisa membunuh ku
Hentikan denyut nadi jantung ku
Tanpa kau tahu betapa suci hatiku
Untuk memiliki mu
Adakah keikhasan
Dalam palung jiwamu mengetukku
Ajarkan mu bahasa perasaan
Hingga hatimu tak lagi membeku
Haruskah ku mati karena mu
Terkubur dalam kesedihan sepanjang waktu

Thursday, February 14, 2013

Masihkah....



Pada siang kutanya pada sang kumbang
Masihkah cintaku menggenang
Pada malam kutanya pada kunang kunang
Masihkah cintaku membayang
Bila telah kering kerontang
Malam ini akan aku sambang ...
Lewat dinginnya malam
Lewat rintik hujan
Lewat kerlip lampu jalan
Apapun akan ku tumpangi....
Agar rinduku terpuaskan

Untuk dia yang selalu kurindukan ...

dari sisi mana ...



aku sudah sediakan waktu untukmu
namun kau sia siakan
aku sudah sediakan perhatian untukmu
namun kau remehkan
aku berikan kehangatan
namun kau mendinginkan
dari sikapmu selalu mengundang pertanyaan
sampai kini belum kutemukan jawaban
dari pintu mana aku harus lewati
atau cendela mana aku harus loncati
akan aku cari di semua ruang hatimu
adakah namaku terukir di hatimu ...

Wednesday, February 13, 2013

Telaga Rindu


Rindu…
Layaknya gersang pada air hujan
Berharap tetesnya menyejukkan
Raga ini telah lama tak ditemani
Hanya bayangmu sekilas dalam sepi

Walau jauh dari pandangan
Akankah angin membawa debar hati
Lirih membelai di dalam perasaan
Sebagai penenang gundah di kalbu

Sementara aku hanyalah telaga
Yang masih untuk menanti
Hujan kasih yang hilang
Terbawa kemarau panjang

Dan aku tetap bertahan
Meski kerontang memecah
Segumpal hati yang rindu
Melebur menjadi lumpur abadi

Ketika hujan tak mampu lagi setia pada musim
Maka kemarau datang hampiri telaga hati
Perlahan mengikis genangan cinta yang tersisa
Hanya tinggalkan tandus jiwa yang menyiksa

Ketika kemarau datang bertamu
Telaga jiwaku setia untuk menjamu
Meski tiada hujan yang menggenangi
Masih ada harap pada setitik tirta
Yang tersisa dari sisa kasihmu
Untuk menemani tandusnya hatiku

Melupa pada ku


Sejatinya aku mencintaimu tanpa ragu.

 Serupa malam yang akan hilang dan berganti subuh lalu pagi, dan menjelang siang,  bahkan petang.

Aku berhati-hati menjaga kata.

Berhati-hati untuk percaya.

Hendak melangkah ke mana,, jika bahkan sebuah tujuan,, aku tidak punya.

Aku percaya pada sebuah ingin.

Berharap pada sebuah doa.

Berupaya pada usaha…

Aku ingin bahagia,, di sebelahmu,, tanpa dia.

Bisa?

Jika segala minta yang aku punya adalah dosa ke pada celaka.

Maka ijinkan aku merana,, berlumur duka.

Aku mungkin tersakiti dan nyaris mati.

Tapi sesungguhnya sayang,,

Kau akan memohon dan memuja-muja waktu. Sekedar untuk berharap.

MeLupa,, pada ku.

Ingin ku


Aku merindukanmu dalam setiap kedipan mata. Dan jeda di antaranya kugunakan untuk mendoakanmu.



Aku tak ingin mengeja cinta dengan terbata-bata. Akan ku kukatakan dengan lugas, sehingga aku boleh memagut bibirmu dengan puas.


Aku ingin merabamu dalam satu kata. 

Tuesday, February 12, 2013

Accchhhh ........


Sang bagaskara
Kembali bergeliat mesra
Pancarkan pesona
Senyum menggoda
Taburkan bias hangat merona
Bagi sejuk embun
Yang selalu bekukan jiwa
Sinar cerahnya membias
Diantara celah dedaunan
Tumbuhkan harapan
Ditengah hamparan
Taman kehidupan

Dikala tetes embun kesejukan
Telah pudar  mengering
Diatas daun rerumputan
oleh semburat mentari
yang kembali hadir
membawa rona kehangatan
Semilir hembusan angin
Kembali membawa kesejukan
Bagi seisi penghuni Taman
Membelai mesra pucuk dedaunan
Dengan gemulai tari
Yang melenakan jiwa

Inilah nuansa pagi
Yang senantiasa bersemi
oleh guguran embun
Yang menetes ditaman hati
Sebelum akhirnya
Geliat mentari mewarnikan taman
Dengan bias cahaya yang abadi
Mencipta sentuhan keceriaan
Bagi lembutnya sebuah perasaan
Hingga sebentuk harapan
Tak lagi hanya sekedar impian

Musim yang Tlah Berganti


Mentari kini tak sudi lagi
Untuk singgah menyapa resah
Senja hari Paras wajah cakrawala
Dibuatnya bermuram durja
Tak lagi ceria seperti biasa
Berlarut lama mereka tinggalkan
Resah kedukaan bagi geliat taman
Melumat ribuan luka lama
Dalam ruang kebosanan
Yang teramat dalam

Angin pun lanjut berlalu
Menjemput rindu pada hampa
Awan kelabu teman seperjalanan
para pengembara mencari cahaya Cinta
Langit bermuram durja pada kesedihan
Yang amat dalam tiada hingga
Kala musim berganti menggelar
Rencana alam dari sebuah kehidupan

Suasana musim kali ini begitu terasa
Amat senggang dan memilukan
Deras hujan yang jatuh menerpa
Biaskan rona wajah sayu kerinduan
Ingin rasanya jeritan hati memohon
Pada senja yang beranjak pulang
Bahwa Jiwa resah telah begitu banyak
Memendam rasa kekecewaan

Atap langit kelabu nan sendu
Curahkan aliran tangis mengharu biru
Merobek luka lapisan awan
Menghitam menebar benih rasa kesepian
Di taman ini bongkahan hujan
Membeku telah bergugur berjatuhan
Menerpa dinding jiwa
Yang tengah terluka
Oleh ribu rasa kehilangan

Gelisah hujan musim ini teramat berat
Terasa menyiram jiwa merana
Mencipta duka dalam ritme irama lara
Ribuan ketukan alam impian
Nyanyiannya bersyair harap maya
Bagi usangnya rindu sang Pemuja
Mengabarkan pada para pendamba
bahwa musim akan segera tiba

Musim ini menelan senja
Hilangkan ceria mencipta buram
Pesona hati para penyepi
Masih tetap berharap
Pada malam yang menjelang
Senyum ceria wajah sang malam
Terbayang gelisah dalam dambaan
Namun mengapa ia pun turut
menghilang bersama semua harapan


Hujan musim ini teramat memilukan
Menembus dalam kegelapan
Tanpa memberi celah harapan
Pada sebuah harap yang telah usang
Hujan musim ini telah porandakan
Kehidupan ceria suasana taman
Tak ada lagi harap mampu terjemput
Bagi jiwa Pendamba kesunyian

Harap hujan yang datang
Memberi arti pada hati yang hampir mati
Membasuh luka kepedihan baluri
Lara dan sepinya sebuah kehidupan
Tanamkan harap akan esok
Musim berganti mencipta warna pelangi
Tumbuhkan aneka kuntum bunga
Dalam taman semerbak mewangi

Musim ini tiadalah semua akan abadi
Mengapa harap hujan ini
Mencipta resahnya kehidupan
Sedangkan lara tak pernah luput
Dari duka Sang Pemilik taman
Apakah gerangan yang telah merobek
Rindu sang pendamba kesunyian

Monday, February 11, 2013

Prasangka


Mungkinkah kita kan bertahan
Sementara hatimu
penuh dengan prasangka
Bukan ku tak mau bicara,
Aku hanya tak mampu
Berkata lantang lagi
Tentang hubungan ini
Karena seribu bahasa yang ku urai
Kau tak akan pernah mengerti
Akan keinginan hati ini
Kau pun tak akan paham
Akan keberadaan cintaku
yang hanya ku hadirkan untukmu
Kau yang selalu datang
Dengan genggaman belati prasangka
Kau cabiki palung sukmaku
Kau deraikan air mataku
Hingga jatuh bersimbah
Membasahi sudut bibir keringku
Sampai kapan akan kau torehkan belatimu
Lalu sampai kapan ku kan menahan
Perihku menantikan sebuah impian
Harapan tanpa kepastian
Mengertilah....!!!
Aku tak pernah lelah  melintasi waktu
yang hanya berteman egomu
Yang mana kau pun tak pernah lelah
Menghujatku dengan segala prasangka
Namun begitu akupun tak pernah letih
Untuk selalu membingkai kebersamaan kita
Meski berat ku menahan
Semua beban cinta ini
Yang hanya sekedar kau jadikan
Sebagai pemuas hatimu
Dan pelampiasan keegoisanmu
Namun aku tak akan pernah
Untuk berpaling rasa
Hingga ajal menjemput ku
Dan menyudahi derita hatiku

Within Temptation - Lost

Tiada Bias Cahaya


Gelap mataku
Gelap pula di hadapan ku
Tiada bias cahaya benderang
Seakan derak mencengkram ku
Apakah ini malam

Kenapa aku merasa tercekam
Diujung sana gulana menerjang
Ku tapak selangkah berjalan seakan jurang
Tak mungkin aku berlari ditengah badai

Diam tegak menanti kala henti
Kiup tiada tadah diatas ku ini
Salut sunyi diami hati tiada henti

Angin kau belai denguh
Tanpa riak sua mu
Terbelalap aku dengan dungu
Atas kebingungan hati ku

Telekuk bersimpuh
Aku menghadap mu
Dengan cucur linangan
Mohon petunjuk pada Tuhan ku

Aku tersipu dengan langkah pasrah
Tanpa daya aku malu
Malu atas dosa ku
Membuat hati seorang pedih karna ku 

Sunday, February 10, 2013

Untukmu Suamiku


Senyummu adalah bahagiaku

Ceriamu adalah dambaku

Gelisahmu adalah kebimbanganku

Air matamu adalah kesedihanku

Kau pelipur lara dukaku

Kau pengiring suka citaku

Bersama kita dalam hari-hari keberkahan

Ikatan ini berawal dari hati atas nama cinta

Jalinan ini bermula dari rasa atas nama sayang

Pertautan ini berasal dari angan atas nama rindu

Sungguh ini adalah cinta, sayang, dan rindu..

Cinta, sayang, dan rindu atas nama pengabdian kepada Suamiku

Malam ini bintang bersinar cinta, bulan tersenyum sayang, angin mendesir rindu

Wahai bintang, bulan dan angin

Sampaikanlah salam cinta, sayang, dan rinduku kepadanya

Sungguh Aku Sangat mencintaimu karena Allah

with love
your wife

Aku yang Terhina


Apa hendak kau baca dari aksara
Apa hendak kau arti dari makna
Aku tetaplah ganendra cinta
Tiada ku pulas cinta menjadi wacana

Apa kau arti dari bahasa
Apa kau maknai akan maya
Apa pula kau pijak hakiki atas mencinta
Sedang dusta kau papar demi aksara

Aku yg kau hina atas purnama
Tetaplah tiada iba wibawa
Gerhana tetap kusanding
Dalam iring bising celoteh asing

Tetaplah aku setangkai bunga
Kupuja serta kucerca aksara
Atas cinta yang tak kupandang pana
Atas kemakrifat rasa
Yang ku buka bukan bualan biasa

Saturday, February 9, 2013

Cintaku


cinta yang ku punya mungkin tidak sempurna seperti yang kau pinta
rindu yang kumiliki mungkin tak sebiru rasa ini
tapi bila kau tanyakan seberapa jauh aku mengasihimu
maka akan aku jawab " engkau tidak perlu meragukan itu "

bila hanya rindu yang kau punya, aku takkan menuntutnya menjadi sempurna
bila cintamu sudah tak bermata, aku tak ingin melukai kebersamaan kita

apalah itu semua bila kasih yang tumbuh melebihi segalanya...
cinta bisa hilang kapan saja...
tapi kalau kasih?
dia akan terus tumbuh putih dan mewangi...

bila hanya rindu yang kau punya...
kan kuletakkan rindumu pada dasar hati yang sempurna..

. . . .





           -= AKU RELAKAN LANGKAH KAKIMU MENINGGALKAN HIDUPKU =-

AGNES MONICA - RAPUH

Friday, February 8, 2013

AKU dan KAU


sayang...
ambillah bila itu inginmu, tiada guna kumuramkan diri bila hanya terpantri rindu sepihak untuk apa lamat dinanti sedangkan waktu terus bergulir tanpa kompromi, terserah kini apa laku pada ujarmu yang lalu, peduli apa gamangku meraba pada semu...

ku sibak tabir muramku ada sosok membayang setengah jiwa
ku kepak kan lagi sayap bila belenggu cintamu mematuk dadaku

sayang...
dua rembulan membisu kan rasa hatiku dan mu
pekat malam membutakan jejakku tuk kembali pulang

kini...
ku tetap sendiri menyepi menenang seraya melukis pautan asa ku pada mu

kini...
masih setia ku rendakan kata kalimat membait
luapan jiwa antara ku dan kau...

Tak Ada Kata Cinta


Malam meredam kebisuan

Bergelantung di awan yang sepi

Saat hati mencoba

Meluluhkan sinar yang terpendar

Ketika pekat beranjak

Lukaku masih sama

Berbekas dan tetap membekas


Tak ada kata cinta ..

Yang tertinggal hanya gambarnya

Melayang tersapu bayu

Terbang tinggi...

Menghampiri hujan

Kemudian turun perlahan

Membasahi jiwaku yang kering… 

Rasaku


lihatlah sayang...
aku tetap menantimu dengan pijaran lilin dalam lorong sunyi sepi, hanya sesekali lamatlamat singgah nyayian makhluk malam bersajak rindu akan hangat rembulan, roncean buket aksara yang kau kirim tlah tiba dihantar oleh desahan nafas bayu menanti gemintang yang setia menyemai langit pekat malam...

tapi kini siluet berkerudung pekat memuram
mahkotamu tertutup kiswah oleh kerapuhan rasa akanku...
sesaat hadir sebayang kepingan wajahmu melipurku

sayang tataplah jiwaku...!!
telisiklah sebutir atom mata batinku...dan katakan atas tanyaku..!!

"apakah kau lihat bara lentera sekuat itu..??
akankah kau tepis selalu...??"

jangan bilang benci jika dilema dekapmu
peluk dan kecupku kan membirukan gamangmu
mata hatiku membatik jiwa rapuhmu
mata penaku mematri setia rasamu

Thursday, February 7, 2013

aku


Aku memang bukan wanita yang pertama hadir dihatimu..
Aku juga tau..
Bukan hanya aku wanita yang menghiasi hari mu…
Aku juga bukan wanita  yang berjalanbersama mu di hari yang telah brlalu..
Aku juga bukan satu-satunya wanita yang melukiskan asa diangan mu…
TAPI…
Aku minta satu hal pada mu…
Biarkanlah aku jadi wanita terakhir yang mendampingi mu disisa waktu mu..

Bersama…

Berdua…

Hingga maut memisahkan kita…

CINTA

cinta
maafkan aku yang harus meninggalkanmu
maafkan aku yang tlah pergi darimu
maafkan aku yang tlah hadirkan luka dihatimu
maafkan aku yang harus melenggang pelan dari sosokmu

cinta
hanya jasad ini yang menghilang dari edarmu
hanya raga ini yang lepas dari pandangmu
tapi tidak dengan jiwa dan cinta ini

cinta
aku pergi dan menghilang tak inginku
selayang pandang rasa ini akan selalu menyertaimu
tlah ku janjikan semesta akan cinta hanya untukmu

cinta
rengkuh cinta dan hatiku dalam pelukmu
dekap jiwa dan sukma ini dalam kasihmu
genggam paras akan kecantikan jiwaku dalam nuranimu

cinta
tlah kupasrahkan jiwa,, hati,, dan cinta ini
hanya untukmu
dekap
rengkuh
dan peluklah jiwaku
yang hanya aku sajikan untukmu

cinta
maafkan aku yang harus meninggalkanmu
untuk hidupku

Dimana ?

akankah kau tau apa yang kurasa
akankah kau mengerti apa yang kumau
akankah kau paham apa yang kuingin

rasa yang menyatu,,, kurasa
tak pernah kau hiraukan
rasa yang mencuat,,, andaikan
tak pernah kau tanggapi
rasa yang menyeruak,, isakah ?
tak pernah kau ingini

kau,,,
selalu mengacuhkan rasa yang aku tawarkan
kau,,,
selalu memalingkan muka untuk wajah yang aku sodorkan
kau,,,
selalu menepiskan hati yang selalu ada untukmu

kau,,
dimana hatimu
dimana rasamu
dimana nuranimu
dan,,,
dimana cintamu

yang dulu hanya untukku..........

Cinta Putihmu


Di penghujung senja
Berselimut pelangi senja
Hayalku mencengkram melanglang bayang
Tentang kisahmu tiada terang

Ku tepis penat di jiwaku
Terdiam mengakar dalam khusyu
Ku kemas serpihan kenangan cerita kita
Dalam merenda asmara ribuan bela

Merdu bisikmu matikan rasa di jiwaku
Hangat pelukmu lelapkan gelora di kalbuku
Lembut belaimu selimutkan asmaraku
Bening kasihmu kristalkan asaku

Sungguh..
Terlelap kalbuku dalam ayunan rindu
Hingga pasir putih berganti hitam kelam
Cinta putihku tersaji hangat untukmu
Lekang dalam keabadian yang bertilam

Wednesday, February 6, 2013

Egomu


Kamu mungkin tak pernah tau seberapa besar cinta ku pada mu….
Kamu bukan tidak tau……..
TAPI….
Kamu tak pernah melihat……
Kamu tak pernah merasa sejauh apa rasa kita….
Setajam apa rasa kita…
DAN…………..
Sehalus apa rupa dari cinta kita..
Bila kamu mencintai aku…
MAKA…
Kamu akan tau smua rasa cinta itu……
Miliki aku dengan HATI mu bukan dengan EGO mu..


nb;
aku membutuhkanmu,,, karena aku mencintaimu,,,,


:(


aku terpenjara di antara dinding kerinduan

terhimpit, pengab dan menyesakkan jiwaku

ku coba brontak dan menembusnya

tapi apa yang ku dapati ???

dinding ini semakin menghimpitku

dan mematahkan sendi-sendi cintaku


Penantian


Bila penantian adalah nama cintamu…

biar ku berdiam dalam bisuku..

Bila merana adalah bahasa cintamu…

biar kujadikan dia penghias bibirku..

Bila rindu adalah pakaian dari cintamu..

biarlah ku pakai seumur hidupku..

Bila kesetiaan adalah nafas dari cintamu..

biar ku bawa sampai ajal menjemputku..

Monday, February 4, 2013

Kau CINTAku


Kau adalah cintaku.
Kau satu-satunya milikku.
dihatimu ku titipkan rasaku.
Padamu ku larungkan semua rinduku.

Biarkan selamanya ku miliki dirimu.
Hingga batas usia dan akhir hidupku.
Karena bersamamu ku dapatkan mauku.
Dan bersamamu pula ku tutup semua maluku.

Kau yang terindah.
Kau adalah sumber gairah.
Pada cintamu aku pasrah.
Bersama ragamu aku rebah.

Tak ingin lagi setelah ini ku berubah.
Karena bersama indah cintamu aku betah.
Kan ku setiakan untukmu semua langkah.
di pelabuhan hatimu cinta terakhirku singgah.

Kau ladang cinta ku yang terindah.
Bersamamu kan kuistirahatkan raga saat rebah.
Denganmu pula kan kutumpahkan segala gairah.
Dan di rahimmu kan ku titip buah cinta membuncah.

Karena kau ladang cinta terindah.
Yang sanggup mengajakku ke gerbang Nikah.
Tuk bahagia yang di Ridloi sang Allah.
Dan hidup bersama sesuai Risalah.

Aku yang Merindumu


Aku mencarimu
di batas malam
mengikat resah
pada tiang rindu

Aku menunggumu
memanggil jiwamu
melepas gundah
di dahan sunyi 

Aku memelukmu
dalam bayang kokoh
melebur rasa sepi
di antara pijar bintang

Perlakukan Aku Semaumu


Telah ku sadari sejak awal
Hanya orang yang di cintai
Yang akan mampu lukai hati
Hingga berulang kali

Lalu kenapa kini harus di hindari
Dan menolak diri saat nyeri menghampiri
Lebih baik ku katakan silahkan diri
Hati ini kau sakitiTuk tunjukkan bahwa diri ini kau cintai

agar kau sadar atas ulah dan kiprah diri
Yang kau lakukan mencintai atau menganiaya diri ini
Hingga kau kembali pada kemurnian cinta
Padaku yang ingin kau beri dalam janji 

Ku telah memilih dirimu dari sekian hati
Tuk kurelakan hati ini kau kuliti
Bahwa di dalamnya ada cinta sejati
yang hanya padamu ingin ku beri

Kini tikamlah aku sekuat kau mau
dan akan ku tunjukkan besarnya cintaku
Bahwa lukamu tak sebesar cintaku untukmu
Hingga kau berhenti sakiti diri dan kembali cintai diriku

Hanya dirimu yang ku ijinkan lukai hati
karena ku tahu kau butuh bukti
Bukan rasa sekedar bermanja diri
Dan sedikit pun tak mau hadapi nyeri

Lukai hatiku tuk tahu sejati yang kau mau
Kan ku cumbui nestapamu dengan mesraku
dan ku larutkan dendammu dalam rinduku yang menggebu
karena selamanya ku kan rela atas bahagia yang kau mau 

Sunday, February 3, 2013

Hanya MAYA

dulu kau memujaku
dulu kau mencintaiku
dulu kau menyanyangiku
dulu kau mengasihiku

tertawa bersama
gembira bersama
bahagia bersama
meski semuanya cuma sekejab

kini semua telah sirna
yang tinggal hanya kebencian di hatimu
padahal semua hanya maya
aku dan kamu tak pernah bertemu

mengapa kau membenciku
hanya karena kita tak bisa bersama lagi
meski hanya maya
bukankah kau tak tahu seperti apa diriku

kau hakimi aku seolah kau yang paling benar
kau keluarkan kata kata setajam pedang
kau tikam aku tepat di jantungku
berulang kali hingga lukku berdarah terus

kau merasa paling sempurna
Hingga tak kau pedulikan aku yang terluka
Aku memaafkanmu karena semua cuma maya
Ini hanya fatamorgana dan tak kan pernah jadi nyata

Terluka


Tak seorangpun tahu, Bagaimana Ia mencinta .....

Terpuruk dan terjerembab,Lalu bangkit dan berdiri
Terjatuh dan terluka, Lalu bangun dan berlari.
Sayapnya tercabik perih tenggelam dalam air mata
Tangkai jiwa yang melunglai tertekan sepi
Dalam pelukan kesakitan

Mereka kerap berbisik padaku
Kelak Ia pasti kembali kesini
Membawa senyuman sehangat daun musim gugur
Menyapa selamat tinggal pada luka
Tersapu debur yang masih menyisa

Aku belum mendengarnya bernyanyi gembira
Seperti saat pagi-pagi sebelum itu
…..Ia masih terluka.
………Ia masih merana.

Jangan Kau Permainkan Aku


Kenallah aku lebih dalam..
Sampai busukku kau lahap..Semua..

Serap energiku sampai lunak..dan binasa…
Ambil semua inspirsasiku dan lumat semaumu.

Sampai usia ini tak lagi merangkulmu…
Namun satu hal yang harus kau tau…

Jangan retas penasaranmu..
Dalam bingkai emas dan kilauan lemari kaca…
Serta merta aku kau bariskan dengan seribu duka…

Jangan paksa penasaranmu..
Melaguiku…
Dan merongrong renta jiwa sunyiku…

Jangan kau hakimi durasi manismu..
Dalam dahaga bahagia yang kugarisi…

Lepas inginmu yang mencanduku..
Karna hidupku bukan permainan bingkaimu…

CINTA


Cinta,,
saat kau datang di palung hatiku
betapa kurasakan sepenuh hati

saat kau menjauh dariku
kuhela nafasku

Dan,,
saat kau ambil separuh nyawaku
Kudiliputi tanya

“Mengapa kau pergi dari hadapanku, Cinta?”
Kurela kau pergi,
kumohon kembalikan separuh nyawaku itu!

Simpanlah Rinduku


Genggamlah erat jemariku
seikat rindu yang biru ini untukmu
ku ambil dari kantong hatiku
dengan penuh bintang yang berkedip
dari langit langit rasaku

simpanlah rinduku
di kotak ajaib hatimu
ikatlah dengan sekumtum puisi
dan benang benang kasih.

kau pun tahu
ku kagumi dirimu
pada setiap detak waktu yang berjalan
pada setiap rasa yang membuncah

Saturday, February 2, 2013

Sajak Duka Ku

Adakah yang lebih gelap dari malam tanpa bintang
Lingkaran seputar rawa bertanya dalam senyap
Mimpi apa yang menggelantungi pucuk ilalang
Dalam rimbun belati di penghujung sepi

Apakah yang kau cari sandiwara
Hingga kau belah waktu dalam prahara
Kau jadikan pinangan pada naskah yang berbeda
Sementara kami lumat dalam kumuh sutradara

Sajak duka menerawan dikaki bukit
Pendakian panjang pun tak kuasa mencapai puncak
Alur waktu,akar seribu tariaan hanya menyisahkan desingan
Serpihanya mendekam di samudra lepas

Pada siapa kita tawarkan gemercik air
Dinginnya EMBUN, TAMAN SERIBU BUNGA
Tanpa kerikil dan RUMPUN BERDURI
Pada siapa kita titipkan belati
Agar seluruh ruang tersinari mata hari

KASIH...
Inilah.. SAJAK DUKA KU
Perih yang terus mengalir
Dari seratus delapan puluh MUARA

Hanya Satu Pintaku

Saat kau dan aku tak lagi bersama
Ku tasbihkan bait bait rindu menjadi do'a
Ku pagari rasa agar selalu terjaga
Semua itu ku persembahkan hanya padamu jua

Andai kelak waktu menyatukan kita
Di pelataran kasih penuh rasa cinta

Namun andai kita belum menyatu jua
Aku tetap menepi disisi sunyi dan sepi
Hingga waktu ku pun telah tiba
Tuk menghadap pada Illahi Robbi

Hanya satu pinta ku
Izinkanlah aku berakhir dalam peluk mu
Duhai insan yang terkasih
Di lubuk hatiku,, kau bertahta indah