Denting hujan turun membasahi pipi
Mengalir indah merangkak pelan namun pasti
Membuai angan tersapu indah akan tragedi
Memasung jiwa yang kekal abadi
Ragamu tak lagi menyandingku
Tawamu tak lagi temaniku
Hangat dekapmu tak lagi menyejukkanku
Tatap teduhmu tak lagi indah untuk merengkuhku
Kau apakan indah rasa itu ?
Selongsong kata yang mengejutkanku
Menyeruak indah menghujam jantungku
Mengoyak merdu nafas dadaku
Aku
Hanyalah angin lalu bagimu
Twitter
Facebook
Flickr
RSS